Kulihat penunjuk waktu di ponsel motorola kesayanganku. Sudah jam 11 lebih, namun bus yang kutunggu tidak juga datang. "Kalideres, Slipi..." teriak kondektur bus Mayasari bakti. Meski bukan jurusan yang aku tuju, aku tetap menaiki bus tersebut karena aku tidak boleh terlambat. Lebih dari satu jam perjalanan dari Cibitung menuju Slipi. Aku turun dari bus dan langsung naik ojek menuju Grand Studio Metro TV. Tiga Puluh Ribu Rupiah ongkos naik ojek, hmmm... sama dengan ongkos naik Taxi. Hanya 15 menit dari Slipi saya sudah tiba di Grand Studio Metro TV. Akhirnya, saya tiba 15 menit lebih awal sesuai dengan jadwal yang tertulis di ticket.
Jam 13.30 WIB, acara registrasi dimulai. Para peserta diminta untuk mengisi polling tentang isi materi seminar yang akan disampaikan. Setiap acara berjalan dengan tertib dan sesuai jadwal. Setelah proses registrasi selesai, seluruh peserta dibawa masuk oleh panitia menuju Studio utama untuk acara Taping dengan tema "Beauty and the Beast". Aku kira nonton film, he he he... just kidding. Tema memang berubah dari sebelumnya, yaitu "Karir dan Keluarga", namun sudah ada pemberitahuan sebelumnya. Acara Tiping berjalan lebih dari satu jam, kemudian istirahat untuk sholat Asyar, Maghrib dan acara makan malam. He he, lumayan dapat gratisan, terima kasih Metro TV. Sesi kedua yaitu acara live dengan tema "Ujian Siapa Takut?" yang memang dikhususkan bagi para siswa yang akan mengikuti Ujian Akhir dihari senin. Meski demikian, isi materi tidak hanya sebatas itu saja, melainkan lebih umum tentang kehidupan yang sesungguhnya. Dan untuk pertanyaan memang diutamakan bagi Pemirsa di rumah. Inilah moment yang aku tunggu-tunggu, mengikuti seminar langsung dengan seorang Motivator Ulung "Bapak Mario Teguh", Super sekali.
Mungkin inilah mimpi yang menjadi kenyataan. Setahun yang lalu, tepatnya dibulan April 2011, saya mengikuti In House Training di kantor pusat di Jakarta. Pembicara waktu itu adalah Bapak Aris Setiawan dengan Tema "Personalitree Power" yang membahas tentang sifat-sifat individu beserta kemampuannya. Lalu apa kaitannya dengan hari ini? Ya, saat itu saya sempat terhipnotis oleh Sang Motivator, dan keinginan yang saya sebutkan saat itu adalah "Saya ingin bertemu dengan Bapak Mario Teguh" dalam suatu acara seminarnya. Mungkin saat itu saya hanya asal bicara, namun dalam hati saya sungguh-sungguh ingin ini terjadi.
Minggu ini adalah satu tahun setelah acara itu, dan sugesti itu benar-benar terjadi pada diri saya. Awalnya saya membaca pengumuman di facaebook Mario Teguh. Diinformasikan di sana bahwa untuk mendapat kan undangan seminar bisa mengirim email dengan format sesuai yang telah ditentukan. Saya berpikir saat itu, mungkin inilah waktunya. Lebih dari 3 juta member Mario teguh di facebook, dan saya adalah salah satu yang beruntung. I'ts my dream...?
Pernahkah kita mendengar bahwa "Masa kini adalah yang kita pikirkan dimasa lampau, sedang masa depan adalah rencana kita saat ini"? Mari kita renungkan bersama tentang siapa kita saat ini, siapa kita tiga tahun yang lalu, sepuluh tahun yang lalu dan tiga tahun yang akan datang atau sepuluh tahun yang akan datang. Akan seperti apakah kita saat itu? Mari, kita bermimpi seindah mungkin. Tentunya tidak hanya dengan bermimpi saja, harus dengan kemauan dan kesungguhan yang kuat untuk mewujudkannya. Semoga, hari ini dan seterusnya, kita menjadi lebih berarti bagi siapapun. Aamiin.
Wisdom of the day:
"Keyakinan tidak lebih penting dari apa yang diyakini, maka yakinlah pada yang Benar" Mario Teguh
