Pagi ini tidak seperti biasa, saya harus berangkat pagi-pagi ke kantor. Tiga jam lebih awal dari jam kerja normal adalah sangat luar biasa. Jam 07.30 WIB saya harus sampai di PT. Sanken Indonesia ,untuk itu saya harus tiba di kantor 1 jam sebelumnya.
Lebih dari 600 orang harus terkena PHM (Penghentian Hubungan Magang) di PT. Sanken Indonesia, dampak dari bencana gempa dan tsunami di Negeri Matahari Terbit, Jepang. Saya datang pagi-pagi guna mempersiapkan semua perihal administrasi untuk PHM. Alhamdulillah, seluruh proses berjalan dengan baik dan lancar.
![]() |
| Tsunami Jepang |
Setelah semua proses selesai, Mereka (Eks. Magang) kami kumpulkan untuk mendapatkan materi training tentang "Enterpreneur" yang bertujuan untuk membangkitkan semangat mereka agar tidak down pasca PHM. Disisipkan dalam materi training beberapa video Motivasi dan saat-saat terjadi gempa dan tsunami di Jepang. Tayangan demi tayangan dalam video tersebut saya perhatikan, salah satunya adalah sepasang penari balet yang cacat namun sangat sempurna dalam menari. Si Pria hanya memiliki kaki sebelah kanan saja, sedang Sang Wanita hanya memiliki tangan sebelah kiri saja. Kekurang-kekurangan itu tidak menjadikan mereka untuk tidak berprestasi. Ini adalah gambaran sebuah perbandingan dalam hidup, bahwa dalam segala keterbatasan kita masih bisa berprestasi.
Saya jadi teringat akan seorang Pemuda yang beruntung. Waktu itu adalah tahun 2007, dan Pemuda tersebut melamar ke sebuah perusahaan untuk bekerja sebagai operator produksi. Saat test tertulis dan psikotes, Pemuda tersebut tidak mengalami masalah. Namun saat pengukuran tinggi badan, Dia tidak lulus hanya karena tingginya kurang 1 cm dari standard yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Ini terlihat seperti sebuah diskriminasi, kemampuan seseorang menjadi diabaikan karena standard fisik saja. Namun Pemuda tersebut bukanlah Pemuda biasa yang gampang menyerah dan putus asa. Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2009, Pemuda itu kembali melamar ke perusahaan yang sama namun dengan posisi yang berbeda. Dia tidak ingin mengulang kegagalan yang sama dengan melamar di kantor yang sama. Dia tetap melamar di perusahaan yang sama namun langsung ke Head Office di perusahaan tersebut. Awalnya dia hanya iseng-iseng karena sebenarnya sudah bekerja. "Maha benar Allah dengan segala keputusanNya", Pemuda tersebut diterima bekerja sebagai staff di perusahaan tersebut dan ditempatkan di kantor cabang dimana dirinya pernah ditolak dua tahun sebelumnya. Sungguh rencana Allah sangat indah bagi kita semua, Allah selalu memberi yang terbaik bagi setiap hamba. Pemuda tersebut adalah contohnya, dan pemuda itu adalah saya.
Keputusan manusia tidak selalu benar karena masih ada nafsu di dalamnya. Berharap kepada manusia lebih sering mengecewakan karena kebatilan. Berharaplah kepada Allah yang Maha Kaya, Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Wisdom of the day:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (QS. 2:155-156)
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka" QS 12:11
