Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang...
Sungguh indah dan menyentuh hati setiap ayat yang tertulis
di dalam Kitab Suci Al Qur’an jika kita memahami maknanya.
Insya Allah ada jalan... Salah satu liryc Favourite saya
karya Maher Zein seorang Musisi Asing yang senantiasa berkarya dengan
nafas-nafas Islam. Tidak lupa Haddad Alwi feat Sulis dan juga anak-anak dari
Pondok Pesantren Langitan Musisi Islam yang selalu membawakan Shalawat atas
yang Mulia Nabi Muhammad Salallahu’alaihi Wassalam. Syair-syair yang menemani
untuk menulis malam ini...
Merenung dalam pikir yang selalu gelisah mengingat akan
semua peristiwa di Republik ini. Saya Muslim dan saya warga negara Indonesia.
Saya harus taat pada aturan Islam dan juga aturan negara Indonesia. Lalu apa
yang salah dengan Islam dan apa yang salah dengan Indonesia? Pancasila diakui
dunia sebagai sebuah simbol kesatuan terbaik yang pernah ada di dunia sedang Al
Qur’an tidak ada sedikitpun keraguan di dalamnya. Lalu apa yang salah? Atau
dimana letak kesalahan yang terjadi?
Ah setelah kupikirkan lagi ternyata aku yang salah, aku
terlalu tidak perduli dengan agama yang aku anut terlebih negaraku. Aku terlalu
sibuk berurusan dengan kepentinganku. Aku orang awam yang egois dan bodoh yang
tidak perduli akan setiap permasalahn bangsa. Aku telah membiarkan orang-orang
jahat menguasai Republik ini. Aku membiarkan para pejabat melakukan korupsi,
aku membiarkan proses hukum berjalan tidak adil, aku membiarkan orang baik
dianaya, aku membiarkan orang jahat berjaya, aku membiarkan orang munafik
berkuasa, aku tidak perduli lagi akan demokrasi, aku memilih orang yang tidak
berIman menjadi pemimpin, aku mengabaikan ahlu sunah difitnah. Terlalu banyak
hal buruk telah kubiarkan terjadi di negaraku ini. Masihkah aku bisa dikatakan
cinta pada negeriku? Bukankah Islam mengajarkan bahwa “Cinta Tanah Air adalah
Sebagian dari Iman”.
Lalu siapakah aku, tidak mungkin hanya karena aku sebuah
negara bisa kacau balau seperti ini? Pasti bukan karena aku. Mungkin aku harus
bertanya kepada temanku, mungkin saja dia berpikir hal yang sama sepertiku. Bagaimana
jika ternyata dia melakukan kesalahan yang sama? Bagaimana ayahku, bagaimana
ibuku, adikku, abangku, saudara-saudara sepupuku, bagaimana jika mereka
melakukan kesalahan yang sama? Lalu bagaimana dengan anda? Bagaimana
orang-orang disekitar anda?
Yaa Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, Engkau adalah
Pemilik hati, pikir dan seluruh isi dalam tubuh ini. Apakah kami berpikir sama?
Jika iya rubahlah cara perpikir dan tindakan kami. Kami ingin mencintai negeri
ini tanpa mengabaikan satu keburukan atau kebaikan satu sama lain. Kami tidak
ingin bukti atas keKuasaanmu terhadap kaum-kaum yang zolim. Kami ingin
mencintai negeri ini sesuai dengan ajaran agama yang Engkau Ridhoi.
Yaa Allah yang Maha mengetahui atas segala sesuatu, tak
terkecuali setiap pemilik hati yang buruk dan hati yang baik di negeri ini.
Bimbinglah kami agar dapat memilih Khalifah yang mampu membawa keridhoanMu yaa
Rabb. Sadarkanlah atas setiap-setiap khilaf penduduk di negeri ini yaa Rabb.
Pendahulu kami mampu bangkit setelah beratus-ratus tahun terzolimi, sungguh
kami berharap tidak ingin dijajah oleh bangsa sendiri selama itu pula yaa Rabb.
Bebaskan kami dari belenggu ini...
Yaa Allah Tuhan Semesta Alam...
Kami mohon dengan sangat...
Kami Mohon dengan sangat...
Kami mohon dengan sangat...
Aamiin.
“Setiap orang berpikir ingin merubah dunia, tapi mereka lupa berpikir
merubah diri sendiri”